Postingan

Snack "ASTOR" Teristimewa 2018

Gambar
      " ASTOR." Well, itu tuh wafer roll dengan perpaduan rasa vanila dan cokelat yang yummy banget, ditambah dengan secangkir teh panas dan obrolan yang manis antara ayah dan ibu, orang tua dan anak, wanita dan pria yang berkomitmen dalam menjalin keseriusan suatu hubungan, bahkan hanya sekedar menemani canda gurau sebuah persahabatan. Wait, tapi di semester ketiga ini, UK Petra memberiku snack "ASTOR" yang paling teristimewa dan gak akan pernah bisa kubeli di swalayan, mall, pasar tradisional bahkan toko snack terlengkap di dunia ini. "I thank God everytime I remember you." (Philippians 1:3).        Kenapa snack "ASTOR" teristimewa? Karena snack "ASTOR" yang kali ini itu bukan sekedar snack yang dimakan, lalu lenyap di perut dan keluar sebagai sisa makanan. Tapi kali ini, aku menyebut snack "ASTOR" teristimewa itu "kehidupan". Ya, memiliki hidup dan berbagi kehidupan. Well, di kampusku ada salah satu ladang p...

Seberapa Jauh Kepekaan Seorang Mahasiswa?

       Peka, peka, peka. Siapa sih diantara kita anak-anak muda, atau siapapun Anda yang sedang membaca blog ini, yang tidak tahu arti peka? Hmmm... harusnya sih tau semua ya. At least, to some people who don't know it yet, let me explain. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, "peka" adalah sensitif atau mudah merasa, terpengaruh dan bereaksi atas suatu rangsangan kondisi tertentu. Jujur, akhir-akhir ini aku sering bertanya-tanya kepada diriku sendiri, apakah aku sudah cukup peka sebagai seorang mahasiswa? Aku gak berharap banyak-banyak saat kalian sudah membaca karyaku kali ini. Satu hal saja muncul dalam pikiran kalian " Seberapa jauh kepekaan saya sebagai seorang mahasiswa dan apa yang bisa saya lakukan sebagai seorang mahasiswa?" Kenapa mahasiswa? Bukan berarti karya-karya yang aku tuliskan ini hanya berfokus kepada mahasiswa, melainkan aku ingin menekankan kepada jiwa-jiwa muda di Indonesia mengenai arti kepekaan, semangat toleransi dan semangat belajar. Ka...

Catatan Pemimpi

Curahan Hati seorang Sastrawan Sastra adalah sebuah kemewahan Fiksi adalah sebuah kebutuhan Lalu, kalian menyimpulkan  bahwa sastra tidaklah penting? Aku ingin tahu, bagaimana hidup kalian tanpa sebuah sastra Kalian mengganggap, bahwa sastrawan tak memiliki masa depan? Aku ingin tahu kelanjutan hidupmu tanpa sebuah bahasa Air mataku mengalir deras, saat melihat anak-anak Indonesia tak lagi menghargai sebuah karya sastra Kau bilang sastrawan miskin kekayaan, miskin masa depan bahkan miskin intelektual Aku ingin tahu akan jadi apa dunia ini tanpa sebuah sastra Dunia ini tak hanya terbentuk dari bidang ekonomi, perpajakan, bisnis, akutansi dan keuangan saja Sastra juga termasuk elemen pendukung dunia ini Sastra menciptakan sebuah bahasa Bahasa menciptakan sebuah komunikasi Komunikasi menciptakan hubungan antar manusia dan hubungan lah yang menciptakan suatu sosialisasi Sastra tidak berbicara mengenai hal-hal yang tidak nyata Sastra nyata bagi ...